Banyak Jalan Menuju Madinah

Peribahasa “Banyak jalan menuju Roma” sudah lama saya dengar. Mungkin sejak saya mengenal buku bacaan atau sejak saya duduk di bangku MI (baca: madrasah ibtidaiyah, sederajat SD), tepatnya saya lupa kapan kali pertama saya mengenal peribahasa ini. Namun maksud dari peribahasa ini kerap dipergunakan berbeda oleh masing-masing kepala yang mengatakannya.

Seorang tukang ojek stasiun Tugu Yogyakarta, ketika ditanya seorang wisatawan asing: jalan menuju Prawirotaman, pasti mengartikan peribahasa ini: banyak jalan menuju Kampung Batik dan Penginapan yang sudah mendunia ini. Bisa lewat Jl. Mataram – Mayor Suryotomo – Brigjend Katamso – Jl. Parangtritis. Bisa lewat Jl. Letjen Suprapto – Wahid Hasyim – MT. Haryono – Mayjen Sutoyo – Jl. Parang Tritis. Atau dari MT. Haryono ambil kanan, masuk ke DI. Panjaitan dan ambil kiri Tortodipuran langsung lurus Prawirotaman. Atau sekian puluh alternatif jalan tikus bagi anda yang tak bawa helm atau tanpa kelengkapan surat-surat motor/mobil.

Berbeda lagi bagi seorang politikus. 99% kemungkinan ia mengartikan peribahasa ini: banyak cara menuju kursi kekuasaan. Bisa dengan politik uang, bisa dengan kuasai media, bisa dengan propaganda, bisa dengan pencitraan, bisa dengan mixing 10% uang + 10% media + 80% pencitraan, bisa dengan perdukunan (halah, jaman sudah android kok masih pake menyan… 😀 ).

Berbeda dengan mahasiswa. Mungkin ia mengartikan peribahasa ini: banyak cara untuk dapat IPK tinggi. Bisa dengan belajar super tekun, ketat dan terencana. Bisa dengan uang. Bisa dengan layanan seksual. Bisa dengan jurus ampuh mencontek dan menjiplak di tiap ujian dan tugas karya ilmiah. Bisa dengan mix 90% belajar tekun dan 10% plagiasi. Bisa mix 80% suap uang dan 20% suap pakai kelamin.

Berbeda lagi bagi saya pedagang ikan laut kelas remeh ini. Banyak cara menjual ikan laut segar. Bisa dengan delivery service, bisa dengan melayani kebutuhan restoran dan rumah makan, bisa dengan keliling door-to-door kampung ke kampung, bisa menyediakan kebutuhan pabrik-pabrik kecil makanan berbahan ikan laut. Dan bisa mix cara-cara di tersebut.

Berbeda juga dengan anda dalam mengartikan peribahasa ini. Saya yakin anda akan mengartikan sesuai apa yang selama ini menjadi perhatian utama hidup anda.

Jika anda adalah pengusaha internet, pebisnis online, tentu banyak cara anda untuk mendapat profit dan benefit. Berbagai sistem mungkin anda jalankan. Berbagai produk mungkin anda perdagangkan. Berbagai cara pemasaran anda terapkan.

Sedang kita yang muslim, saya yakin bahwa setengah dari kita atau bahkan sebagian besar dari kita memimpikan bisa sujud di tanah suci Makkah-Madinah. Untuk mewujudkan impian kita itu, banyak cara kita lakukan untuk mempersiapkan kesehatan, ilmu amalan ibadah, dan uang.

Bagi anda yang sedang berupaya mengumpulkan sejumlah dana untuk bisa ke Madinah, anda bisa mencoba bisnis-bisnis berikut:

  1. http://netpreneur.16mb.com/bisnis/keajaiban-sedekah/
  2. http://bebasbayar.16mb.com/peluang/ada-yang-lebih-mudah-kenapa-cari-yang-susah/
  3. http://balikey.16mb.com

Intinya, banyak jalan menuju Madinah, banyak cara meraih harapan.